The Oslo Report by d’zeek

d’zeek-oslo report

d’zeek?
Apaan tuh?

d’zeek itu nama band. Album mereka, The Oslo Report memuat lima lagu minimalis.
Mirip-mirip Coldplay gitulah dicampur Radiohead tapi jauh lebih simpel.

Track-track kayak You, Willow, Numb, Bellamaid dan You (mechanized version) hadir dalam album buatan
Paviliun Records (ini labelnya mantan personelnya band C’mon Lennon). d’zeek sendiri terdiri dari lima orang, yaitu JD (vocals,guitar), Amir (guitars)
, Isan (guitars), Pie (back vocals and bass) dan Aan dengan gebukan drumnya.

Menurut keterangan di album mereka, mereka sudah merilis album di Wellington,NZ.
Tapi masih dalam bentuk EP (Explicit Production, lawannya LP atau Long Play) gitu kalo gak salah.

Musiknya di kuping saya easy listening. Tapi kalo lagu mereka jarang diputer di radio mungkin karena masih kalah bekennya sama NIdji, Efek Rumah Kaca, RAN dan band-band lain. Mungkin anda yang suka mendengarkan Trax fm (101.40) pernah ‘nangkep’ lagu ‘You’ diputar.
Lagu ini memang tenang dan mengalir tapi tetep easy listening banget. Tentang permainan piano yang di lagu ‘You’ saya gak tahu itu yang main siapa.

Kalau anda termasuk orang yang suka Coldplay atau sejensinya, gak salah beli album ini. Buat nambah-nambah koleksi.

Dunia Saya Itu Penuh Kode

Dunia saya tidak kalah dengan cerita The Da Vinci Code.

Bayangin aja kalo mau mulai suatu kegiatan, pasti ujung-ujungnya ada kode atau passwordnya deh.

Saya login untuk ngeblog = pake username dan password.

Saya login untuk buka e-mail = pake alamat e-mail dan password.

Saya login untuk buka friendster = pake alamat e-mail dan password.

Saya ngisi lembar jawab LJK di sekolah = pake kode (dengan cara menghitamkan sehitam mungkin lingkaran yang ada).

Kalo mau nyebrang jalan sama teman-teman, harus saling ngasih kode biar gak ada yang ketabrak.

Penuh kode, kan?

Tidur itu Halal!

Tidur itu halal?

Betul banget!

Contohnya saya deh.

Jarak rumah dengan sekolah saya lumayan jauh, yang harus mewajibkan saya untuk bangun pagi dan berangkat sekolah.

Pulang dari sekolah sudah siang, belum lagi tambahan kegiatan ini-itu. Sampai di rumah, rambut udah acak adul, perut merengek minta nasi padang (ini salah satu makanan favorit saya). Dilanjutkan dengan mengerjakan tugas sekolah yang bejibun dan harus dicicil dari jaauuuh-jaauuuhh hari biar gak menumpuk. Kapan saya punya waktu buat ngeblog? Makanya malem-malem gini saya baru bisa ngeblog.

Lha, terus tidurnya kapan?

Nih jadwal tidur saya:

Pagi : di mobil/angkot (perjalanan ke sekolah) dan di gereja depan sekolah (kadang jam setengah enam saya sudah tiba di depan gereja!)

Pelajaran : NEVER (gak ding, pernah kok waktu kelas 8 pas pelajaran Matematika)

Siang : tidur di angkot (tempatnya harus strategis dan aman)

Tidur itu emang enak. Selain buat istirahat, buat ngisi tenaga.

Tragedi Acipnae ketika Engkau Bertanya,”Kolengpastong?”

Ha..ha..ha..

Pasti pada nggak ngerti arti judulnya apaan!

Begini, saya luruskan dulu, di atas adalah bahasa ’sok India’ teman-teman saya.

Acipnae : oke deh! I agree! Iya banget! Tahu deh! teruskan sendiri…….

Kolengpastong: lagi ngapain? Gue lagi gila nih! Gue lagi happy! teruskan sendiri………

Saya dan teman-teman saya kalau gilanya kambuh, bisa ngomong gak jelas kayak contoh di atas. Kami ngomongnya asal keluar aja. Tapi buka berati asbun (asal bunyi), lho!

Ada syaratnya ngomong bahasa ’sok india’:

1. Ucapkan ketika temanmu lagi ngelamun

2. Kalo gak ada topik baru mulai gunakan bahasa ini

3. Setiap kata yang diucapkan minimal menggunakan suku kata : tong, ceng, seng, cong, ae dan yang menurutmu aneh

4. Kalo gak ngerti lawan bicaramu ngomong apa, pura-pura aja ngerti dan balas dengan kalimat yang lebih aneh lagi!

Kami ngomong bahasa ini buat fun aja. Cuma buat intermezzo, buat selingan gitu. Buat bercandaan dan hiburan. Lumayan hiburan grtais yang mempererat pertemanan.

Acipnae!

Aria si Green Goers yang Masih SMP

stila.aria:sahabat lautStila-Aria.1 : Sahabat Laut

Novel ini buatannya pengarang teenlit yang udah punya nama dan punya banyak penggemar. Yapz, Sitta Karina. Ini novel kedua yang saya baca dari Sitta (sebelumnya saya baca Imaji Terindah).

Tokoh utamanya Aria, cewek SMP kelas 8 yang cinta lingkungan. Dia balik ke Jakarta setelah tinggal di New Jersey. Di Pelita Bangsa, sekolahnya yang sekarang, dia ngalamin macem-macem deh.

Dari yang nolongin cewe yang kena bulimia saking pengen kurus kayak anggota Sun Diva (ini bukan nama vokal grup! Tapi cheers!) yang kurus-kurus. Sobatan sama dua cowok basket yang gila, yaitu Jamie yang super PD dan Musa yang ngerasa ‘keberatan’ nama. Sampai dikejar-kejar preman deket halte sekolah! Last but not least, yang selalu ada di tiap teenlit, si Aria jatuh cinta!

Tapi menurut saya inti ceritanya bukan hal-hal di atas. Di buku ini kita akan digiring untuk mengetahui masa lalunya Aria yang sejak kecil terpisah dari keluarga (Aria tinggal di Jersey tapi kelurganya tetep di Jakarta). Kita juga akan menyibak tentang Adam, sobat lamanya Aria.

Secara keseluruhan menurut saya buku ini apabila dibandingkan dengan teenlit sudah saya baca sebelumnya bagus juga. Kehidupan anak SMP yang diceritain cukup mirip dengan realita yang ada. Malah bisa dibilang, gue banget! Tapi ada beberapa bagian yang agak kurang pas di kehidupan anak SMP seperti pergi bareng temen-temen sampai malem. Lalu bagian ketika Jamie akan ke salah satu clubbing club dengan bawa ID palsu. Mungkin beneran ada, tapi sedikitlah yang kayak Jamie gitu.

Walaupun begitu seperti biasa Sitta juga menyelipkan beberapa kata bahasa asing, Inggris terutama. Jadi kalau mau belajar cepet dan tahu saat yang tepat ngomong Inggris bareng temen tanpa dibilang sok Inggris, Stila-Aria oke juga. Saya sih setelah baca buku ini jadi lebih kedorong untuk ngikutin jejaknya Aria. Cinta lingkungan, gak jadi orang cuek, mau bergaul sama siapa aja dan pegang prinsip! Alias gak jadi follower!

TO Jangan Buat Saya KO!

TO itu singkatan dari try out alias ujian/tes uji coba.

Saya sudah duduk di kelas 9 = saya harus mengahadapi UN (Ujian Nasional, bukan United Nations).

Saya akan menghadapi UN = harus belajar

Harus belajar = saya akan diuji coba (di-TO)

Sekarang, UN akan menguji (hanya) empat mata pelajaran, yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Akhir-akhir ini hari Sabtu-Minggu harus dikorbankan untuk mengikuti TO dari sekolah. Saya dan teman-teman pagi-pagi sebelum mengerjakan TO, mukanya masih pada fresh gitu. Eh, pas selesai udah pada males dan jutek (baca: stress). Mereka juga pada males ngebahas pelaaran yang di-TO-in.

Pas bagiin raport mid-semester, dilampirkan pula hasil nilai try out saya yang nilainya pas-pasan. Temen saya ada yang mau nangis ngeliat nilainya sendiri karena ketakutan gak akan dapet sekolah negeri yang dia inginkan.

TO jangan bikin saya KO!

Seharusnya TO jadi pecut penambah semangat belajar kan?

Petunjuk Jalan Seharga Rp 15.ooo,-

Hari ini, saya melanjutkan lagi lomba story telling yang saya ikuti. Babak semifinal dan babak final diadakan dalam satu hari. Setelah penjurian semifinal hanya satu teman saya yang lolos ke babak final. Saya dan satu teman saya tidak lolos.Maklumlah, pakai One Night Rush System. ^_^

Kami memutuskan daripada menunggu teman kami yang lama (pengumuman pemenang katanya jam lima, kami selesai jam setengah dua). Lebih baik jalan-jalan saja, daripada bengong nunggu di sekolah itu yang mas-mas penjual kantin masih pulang kampung, yang membuat kantinnya sepi. Apalagi stand-stand makanan sudah mulai berbenah.

Jujur saja, saya dan teman saya kurang akrab dengan daerah Selatan (sekolah tempat lombanya di Jakarta Selatan). Kalaupun pergi ke daerah Selatan saya selalu bersama orangtua saya yang seperti peta berjalan. Sebab, kami ‘hanyalah anak Timur’.

Pertama, kami keluar dari sekolah menuju jalan raya menggunakan Bajaj. Tujuan kami adalah PIM (Pondok Indah Mal). Karena nggak tahu jalan dari daerah Wijaya ke sana, apalagi naik public transportation.

Well, kami mampir ke Dapur Cokelat cuma beli 2 gelas minuman cokelat dengan harga @ Rp 7.500,- hanya untuk nanya mbak penjaga dari situ ke PIM gimana.

“Oh, ke PIM,ya? Kalian nunggu di depan terus naik 107 ke arah terminal Blok M. Di sana naik aja 72, itu sudah langsung ke PIM.”

“Hooo…Gitu ya, Mbak? Makasih, Mbak!”

Lantas kami langsung nyelonong keluar dan nunggu yang namanya 107, ternyata 107 memang jarang lewat situ. Ya sudah, kami naik Bajaj (lagi) menuju terminal. kami langsung bersorak gembira ketika melihat deretan Metromini bertuliskan “72 Blok M-Pondok Indah Mal”.

Rasanya seru sekali pergi ke Mal tapi gak tahu arah dan naik apa! Ho..ho berkat ‘mbak cokelat’ kami sudah duduk di bangku Metromini yang bergetar-getar terus. Cukup dengan ongkos Rp 1000,- kami sudah dapat menginjakkan kaki di PIM.

Setelah puas kami baru bingung pulang naik apa, sebab teman kami yang finalis itu tampaknya sudah mulai pulang ke rumahnya pakai mobilnya. Ya sudah, kami patungan saja naik taksi! Gak tarif lama lagi! Bluebird sih, ya keamanannya terjamin. Jadi kami gak bakal diculiklah.

Walaupun gak menang lomba, tapi dapet pengalaman dan ‘belajar’ jalan-jalan pakai angkot!
Ya gitu deh hariku yang:
menyenangkan + melelahkan = seru abis!