Petunjuk Jalan Seharga Rp 15.ooo,-

Hari ini, saya melanjutkan lagi lomba story telling yang saya ikuti. Babak semifinal dan babak final diadakan dalam satu hari. Setelah penjurian semifinal hanya satu teman saya yang lolos ke babak final. Saya dan satu teman saya tidak lolos.Maklumlah, pakai One Night Rush System. ^_^

Kami memutuskan daripada menunggu teman kami yang lama (pengumuman pemenang katanya jam lima, kami selesai jam setengah dua). Lebih baik jalan-jalan saja, daripada bengong nunggu di sekolah itu yang mas-mas penjual kantin masih pulang kampung, yang membuat kantinnya sepi. Apalagi stand-stand makanan sudah mulai berbenah.

Jujur saja, saya dan teman saya kurang akrab dengan daerah Selatan (sekolah tempat lombanya di Jakarta Selatan). Kalaupun pergi ke daerah Selatan saya selalu bersama orangtua saya yang seperti peta berjalan. Sebab, kami ‘hanyalah anak Timur’.

Pertama, kami keluar dari sekolah menuju jalan raya menggunakan Bajaj. Tujuan kami adalah PIM (Pondok Indah Mal). Karena nggak tahu jalan dari daerah Wijaya ke sana, apalagi naik public transportation.

Well, kami mampir ke Dapur Cokelat cuma beli 2 gelas minuman cokelat dengan harga @ Rp 7.500,- hanya untuk nanya mbak penjaga dari situ ke PIM gimana.

“Oh, ke PIM,ya? Kalian nunggu di depan terus naik 107 ke arah terminal Blok M. Di sana naik aja 72, itu sudah langsung ke PIM.”

“Hooo…Gitu ya, Mbak? Makasih, Mbak!”

Lantas kami langsung nyelonong keluar dan nunggu yang namanya 107, ternyata 107 memang jarang lewat situ. Ya sudah, kami naik Bajaj (lagi) menuju terminal. kami langsung bersorak gembira ketika melihat deretan Metromini bertuliskan “72 Blok M-Pondok Indah Mal”.

Rasanya seru sekali pergi ke Mal tapi gak tahu arah dan naik apa! Ho..ho berkat ‘mbak cokelat’ kami sudah duduk di bangku Metromini yang bergetar-getar terus. Cukup dengan ongkos Rp 1000,- kami sudah dapat menginjakkan kaki di PIM.

Setelah puas kami baru bingung pulang naik apa, sebab teman kami yang finalis itu tampaknya sudah mulai pulang ke rumahnya pakai mobilnya. Ya sudah, kami patungan saja naik taksi! Gak tarif lama lagi! Bluebird sih, ya keamanannya terjamin. Jadi kami gak bakal diculiklah.

Walaupun gak menang lomba, tapi dapet pengalaman dan ‘belajar’ jalan-jalan pakai angkot!
Ya gitu deh hariku yang:
menyenangkan + melelahkan = seru abis!

3 Responses to “Petunjuk Jalan Seharga Rp 15.ooo,-”

  1. Siapa itu peta berjalan, Day? Kayaknya di rumah kita nggak ada deh. :D

  2. Baru sekali gw liat blog lo. Lumayan. Gw tertarik dengan cerita” lo.

  3. bokapnya tukang nggombal, anaknya pasti juga pinter ngecap. like father, like daughter…

Discussion Area - Leave a Comment




:)

:D