Demo yang Sopan

Dengan harga BBM yang naik atau meroket (bahasa hiperbolanya), tentu saja menimbulkan banyak tanggapan. Salah satu bentuk menyuarakan tanggapan atau pendapat atas kenaikan tersebut adalah melalui berdemo. Jujur saja, menurut saya, mengizinkan melakukan demonstrasi adalah contoh negara yang demokratis karena memberikan kebebasan mengeluarkan pendapat untuk masyarakat.

Tetapi, boleh demo bukan berarti boleh melakukan hal apa saja.

Boleh demo bukan berarti boleh menyerang polisi.

Boleh demo bukan berarti boleh merusak barang orang lain.

Demo itu boleh-boleh saja, asal tetap menghormati orang lain dan tidak merusak. Contohnya, dengan melakukan aksi teatrikal, berdoa bersama, melakukan orasi terbuka. Bahkan ada banyak cara selain berdemo seperti menulis lewat blog pun bisa.

Kenapa saya menulis hal ini? Karena banyak demo yang tidak sopan, tidak berakal, tidak aman.

Lalu?

Saya jadi susah pergi bersama teman-teman dalam rangka perpisahan.

Huh!

One Response to “Demo yang Sopan”

  1. moga2 kalo non day kelak jadi mahasiswa, tidak ada lagi demo yg merusak yak…

Discussion Area - Leave a Comment




:)

:D